Dalam sebuah surat terbuka pada Selasa (15/8), Taliban memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak mengirim lebih banyak pasukan AS ke Afghanistan. Kelompok militan itu juga mengatakan situasi militer di Afghanistan kini jauh lebih buruk daripada yang diketahui oleh Trump.

Seorang pejabat senior Taliban mengatakan, keputusan langka untuk memperingatkan Trump secara langsung ini dilakukan bertepatan dengan keputusan presiden mengenai masa depan kebijakan AS di Afghanistan.

“Pengalaman sebelumnya menunjukkan, mengirim lebih banyak tentara ke Afghanistan tidak akan menghasilkan apapun selain kehancuran kekuatan militer dan ekonomi Amerika,” kata Taliban dalam surat berbahasa Inggris yang cukup panjang.

Taliban juga mengkritik pemerintah Afghanistan dan menyebutnya sebagai “antek” yang memberi Washington kesempatan bagus untuk menunjukkan kekuatan militer AS. Taliban selama ini diketahui selalu berusaha mengembalikan pemerintahan Islam.

Kelompok ini telah melakukan pemberontakan melawan pemerintah Afghanistan yang didukung Barat, sejak kehilangan kekuasaan dalam invasi AS setelah serangan 11 September 2001. Serangan tersebut direncanakan oleh pemimpin Alqaedah, Osama bin Laden, dari sebuah basis di Afghanistan.

“Situasi perang di Afghanistan jauh lebih buruk dari yang Anda sadari!” tulis surat terbuka itu. Taliban menambahkan, satu-satunya hal yang mencegah mereka merebut kota-kota besar adalah rasa takut untuk melukai korban sipil.

Komandan senior AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, sebelumnya telah meminta beberapa ribu tentara tambahan ke Afghanistan. Suara yang berpengaruh termasuk Senator Republik John McCain juga mendesak kehadiran militer AS yang lebih lama di negara tersebut.

Akan tetapi rencana itu ditanggapi secara skeptis oleh Gedung Putih. Trump dan beberapa pejabatnya telah lama mengkritik intervensi militer dan bantuan luar negeri Amerika selama bertahun-tahun.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan pemerintahan Trump akan segera membuat keputusan mengenai kebijakan AS di Afghanistan. Namun, ia mengakui diperlukan waktu berminggu-minggu agar strategi di negara Asia Selatan itu dapat disetujui.